Posko XXXVII Adakan Pelatihan Jamu Sehat

LP2M Senin, 31 Juli 2017 13:33 WIB
203x ditampilkan Headline Berita Kkn Pengabdian

AMBUNTEN-Jum’at (28/07) peserta KKN Riset Partisipatif 2017 Posko XXXVII melaksanakan program wajib perdananya “Pelatihan Cara Mengolah Hasil Alam“ menjadi produk ekonomis dari bahan asam jawa yaitu membuat jamu sehat (sinom) dengan bahan utama daun asam muda. Kegiatan tersebut dihadiri 9 orang ibu-ibu kelompok PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) yang dilaksanakan di Balai Desa Beluk Kenek..

Pelatihan membuat jamu sinom bertujuan untuk memanfa’atkan hasil alam yang ada di Desa Beluk Kenek, karena potensi yang dimiliki adalah pohon asam. “Asam di desa beluk kenek ini cukup banyak sekali jadi sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan”, tutur Maizatul Amamah ketua posko 37 KKN Instika. Selain bisa dijual, asam juga bisa bermanfa’at untuk kesehatan.

Selain ibu-ibu PKK, bapak dan ibu kepala desa turut hadir dalam kegitan tersebut “duh bile se massa’a ji kanak, engko’ terro arassa’na”. Tutur bapak kepala desa. Pembimbing dalam kegiatan tersebut yaitu Ibu suhartatik. Beliau sangat mahir dalam hal membuat jamu sinom karena jamu sinom merupakan minuman khas Surabaya dan beliau memang asli orang Surabaya dan menetap di Desa Beluk Kenek. Ada satu resep baru yang beliau tambahkan dalam bahan-bahan membuat jamu sinom, yaitu kayu manis sebagai penambah aroma harum.

Jamu sinom yang telah matang langsung diangkat dan dibiarkan selama 5 menit untuk selanjutnya dipindahkan ke wadah yang telah diberi label. Ada beberapa manfa’at jamu sinom diantaranya: melancarkan pencernaan, menurunkan demam dan 7 mamfaat sehat lainnya. Jamu yang sudah jadi akan dijual Rp. 5000,- perbotol kecil. “bisa ditambahkan es batu agar rasanya semakin nikmat” ucap salah satu peserta KKN Riset Partisipatif 2017 yang memang pecinta jamu sehat dan manis.

 Selesai di display jamu-jamu tersebut dibagikan kepada ibu-ibu kelompok PKK yang hadir dan juga sebagian tetangga dekat yang berhalangan hadir. Rasanya yang nikmat (tidak pahit) dan aromanya yang menggoda membuat ibu-ibu kelompok PKK  merasa sangat senang dan bersyukur dengan adanya pelatihan pembuatan jamu sinom tersebut dan pulang dengan membawa oleh-oleh jamu sinom ke rumah masing-masing.(oleh: Qurrotul Aini/Posko XXXVII)