Praktik Pengolahan Pupuk Organik

LP2M Rabu, 16 Agustus 2017 12:09 WIB
575x ditampilkan Berita Kkn Pengabdian

RUBARU- Sabtu (12/08/2017) Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Riset Partisipatif Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) tahun akademik 2017 telah melaksanakan Praktek Pembuatan Pupuk Organik yang bekerjasama  dengan UPT Pertanian kecamatan Rubaru. Dimana pupuk yang diolah berupa pupuk organik padat (bokasi) dan Pupuk Organik Cair (POC). Acara tersebut berlangsung di halaman belakang Posko XXIV, yang dimulai pukul 15.58 WIB. oleh Bapak Agus, Lenteng, perwakilan dari UPT Pertanian Kecamatan Rubaru.

Selain dihadiri oleh Bapak Agus, acara ini juga dihadiri oleh bapak kepala desa Rubaru, Rudiyanto, dan beberapa warga setempat. Ada bapak-bapak yang memang anggota kelompok tani (Pancor Jaya), ada juga sebagian dari kaum ibu-ibu yang sangat ingin berpartisipasi dalam pembuatan pupuk tersebut.

Tujuan dari praktek pembuatan pupuk organik ini adalah supaya masyarakat mengetahui cara membuat pupuk organik dan bisa mengaplikasikannya pada lahan pertaniannya. Sehingga dengan demikian, masyarakat bisa memanfaatkan bahan organisme alami berupa kotoran hewan(sapi). Dalam praktek itu bapak Agus menyampaikan bahwa untuk menghasilkan pupuk organik yang bagus berupa bokasi maka  bahan-bahan ( air, dedak dan juga Microba EM4) yang sudah dicampur dan didiamkan sebelumnya selama 24 jam, disiramkan pada kotoran hewan lalu diaduk rata. Pada praktek ini yang aktif bekerja membantu pak Agus adalah bapak Kahir, salah satu warga desa Rubaru.

Warga setempat sangat merespon baik kegiatan ini karena memang sangat berguna untuk pertanian mereka, khususnya untuk tetap menjaga kesuburan tanah. Warga pun sangat berharap pupuk tersebut segera bisa diaplikasikan, sehingga dapat diketahui hasilnya (KKN Posko XXIV)