Penyuluhan dan Praktik Pembuatan Pupuk Organik

LP2M Selasa, 22 Agustus 2017 13:01 WIB
242x ditampilkan Berita Kkn Pengabdian

AMBUNTEN-Mahalnya pupuk kimia mengakibatkan turunnya minat bertani di masyarakat dan ditambah lagi sulitnya mendapatkan pupuk. Padahal, kegiatan bertani merupakan hal yang menguntungkan jika dilakukan dengan teori yang benar.

Pada 15 Agustus 2017, KKN INSTIKA Posko XXXVIII mengadakan penyuluhan sekaligus praktek pembuatan pupuk organik kepada kelompok tani di Desa Beluk Ares. Acara penyuluhan tersebut ditempatkan di Balai Desa, yang dihadiri oleh Bapak Muhammad Izzy selaku Penyaji, kelompok tani setempat, Aparat Desa, dan juga ketua pertanian Kecamatan Ambunten.

Adanya penyuluhan ini bertujuan dapat meningkatkan minat bertani dan juga dapat menjadi suatu usaha sebagai penghasilan masyarakat, karena sangat disayangkan sekali di Desa Beluk Ares ini begitu banyak kotoran sapi maupun kotoran ayam ternak yang tidak digunakan. Selain itu, juga terdapat banyak fungsi dari penggunaan pupuk organik ini, seperti halnya yang di tuturkan oleh Bapak Muammad Izzy “fungsi dari pupuk organik ini begitu banyak, salah satunya adalah menyuburkan tanah, memperbanyak hasil produksi, hasil produksi bisa bertahan lebih lama dan lain sebagainya”.

Acara penyuluhan ini dimulai sejak pukul 09:00 WIB. Seperti halnya acara yang lain penyuluhan ini diawali dengan pembacaan Ummul Qur’an sebagai pembukaan. Kemudian langsung pada acara inti yaitu penyuluhan mengenai pupuk organik sekaligus praktek pembuatan ME4 dan pembuatan pupuk organik, yang dilakukan oleh kelompok tani setempat melalui komando dari Bapak Izzy. Acara tersebut berlangsung sekitar 2 jam lebih bermacam-macam pertanyaan yang dikemukakan oleh kelompok tani saat melakukan praktek. Acara penyuluhan ini diakhiri dengan foto bersama (Habibah Zakka/ Posko XXXVIII)